Kabarphi
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
Kabarphi
No Result
View All Result
Home Kabar Nasional

Bencana Ekologis di Sumatera: PHI Serukan Solidaritas Warga dan Tuntut Tanggung Jawab Pemerintahan Prabowo – Gibran!

Pernyataan Sikap Partai Hijau Indonesia (PHI)

AdminWeb by AdminWeb
December 1, 2025
in Kabar Nasional
Reading Time: 5 mins read
0
Bencana Ekologis di Sumatera: PHI Serukan Solidaritas Warga dan Tuntut Tanggung Jawab Pemerintahan Prabowo – Gibran!

Banjir melanda delapan kecamatan di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) setelah hujan deras mengguyur pada Kamis (27/11). Bencana tersebut menyebabkan 70.411 jiwa terdampak dan 15.101 rumah terendam. Ilustrasi (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS) Baca artikel CNN Indonesia "Banjir Terjang Deliserdang Sumut, 15.101 Rumah Terendam"

831
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta –  Partai Hijau Indonesia (PHI) menyampaikan duka cita yang mendalam dan solidaritas penuh kepada seluruh warga yang menderita dampak banjir bandang dan longsor di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. PHI menyatakan dengan tegas bahwa peristiwa ini bukan semata-mata bencana yang tak terhindarkan. Bencana ini bukan terjadi secara “alamiah”, melainkan hasil kerusakan sistem akibat pengelolaan lingkungan hidup oleh Pemerintah yang selama ini diperuntukkan sebesar-besarnya bagi keuntungan korporasi. Rakyat tidak seharusnya menderita atas kondisi ekosistem yang terus dirusak atas nama “pembangunan”.

Situasi Lapangan (Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 1,5 juta warga telah terdampak dari banjir dan longsor ini dan memaksa 578.000 orang mengungsi. Tragedi ini telah menimbulkan 593 korban jiwa, 468 orang masih dinyatakan hilang, serta warga yang mengalami luka-luka sebanyak 2.600 orang. Data jumlah korban bencana Sumatera sangat ditentukan dengan kerja perluasan jangkauan Tim Search and Rescue (SAR) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) di berbagai lokasi yang saat ini masih terisolasi dari akses transportasi. 

Korban-korban berjatuhan seiring hanyutnya ribuan permukiman, kerusakan infrastruktur jalan, akses air bersih, terhentinya aktivitas mata pencaharian, sulitnya jalur komunikasi, serta minimnya akses warga untuk mendapatkan bantuan makanan. Kondisi ini diperparah dengan rusaknya ekosistem yang selama ini menjadi rumah bagi tumbuh-tumbuhan dan satwa yang pada akhirnya menjadi korban. 

Akar Masalah Struktural

Akumulasi akar masalah dari pengabaian terhadap daya dukung lingkungan menyebabkan situasi menjadi kritis. PHI menyoroti beberapa faktor. Bencana ekologis hadir dalam situasi bentang alam Sumatera yang telah dihancurkan oleh korporasi. WALHI menyatakan sebanyak 631 korporasi yang mendapatkan izin dari Pemerintah telah membabat lebih kurang seluas 1,4 juta hektar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 2015-2024. Korporasi ini bergerak di sektor-sektor perkebunan sawit, perkebunan kayu, pertambangan, geotermal, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berskala besar. Luasnya tutupan hutan yang dihilangkan bermuara pada hilangnya fungsi ekosistem yang semestinya menahan aliran air hujan. 

Krisis Iklim Bukan Sekadar Ancaman, Ia Sudah Menewaskan

Hal ini diperparah dengan dampak Siklon Tropis Senyar yang meningkatkan curah hujan ekstrem di berbagai wilayah kabupaten/kota di Sumatera. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan  siklon ini tidak biasa bergerak ke arah khatulistiwa, tetapi beberapa tahun belakangan siklon berdampak serius seperti Siklon Seroja pada tahun 2021 di Nusa Tenggara Timur. Ketidakteraturan pola alam kini semakin sering terjadi pula karena ulah negara dengan tangan-tangan korporasinya yang menciptakan krisis iklim.   

Kondisi ini semakin diperparah dengan lambatnya respons Pemerintah hingga status bencana nasional yang urung ditetapkan di tengah ketidakmampuan pemerintah daerah menangani dampak banjir dan longsor dengan skala luas seperti ini. Dengan risiko cuaca ekstrem yang meningkat akibat krisis iklim, kesiapsiagaan Pemerintah justru nihil. Pemerintah gagal fokus mengalokasikan dana untuk penanganan bencana. Pada 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hanya mendapatkan pendanaan sebesar Rp956 miliar, berbanding terbalik dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didanai sebesar lebih dari Rp100 triliun. Tahun 2026, MBG yang beracun dan menimbulkan korban mendapatkan porsi yang jauh lebih besar lagi yakni sebesar Rp268 triliun. Penurunan anggaran justru dialami oleh BNPB yang hanya mendapatkan Rp491 miliar untuk periode anggaran tahun 2026.

Di tengah ancaman iklim yang kian nyata, keputusan seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak menempatkan keselamatan publik sebagai prioritas utama, melainkan menempatkan politik rente sebagai acuan utama. 

Pernyataan Sikap dan Tuntutan

Dengan situasi darurat ini, Partai Hijau Indonesia menyatakan sikap dan menuntut:

    1. Darurat Penanganan Korban: Mendesak Pemerintah Daerah dan Pusat untuk memprioritaskan keselamatan warga, menjamin distribusi logistik (pangan, air bersih, obat-obatan) menjangkau hingga ke wilayah terisolir sesegera mungkin.
    2. Evaluasi Total Izin-Izin Korporasi:  Evaluasi menyeluruh terhadap izin industri ekstraktif dan cabut izin korporasi yang berkontribusi besar terhadap kerusakan fungsi ekosistem di Sumatera
    3. Keadilan Pemulihan: Memastikan proses pemulihan pasca-bencana tidak hanya membangun fisik, tetapi memulihkan penghidupan warga secara berkeadilan dan partisipatif.
  • Berpihak pada pengetahuan lokal: menjadikan pengetahuan dan praktik masyarakat adat dan komunitas setempat dalam proses pemulihan serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. 
  • Pembahasan RUU Kehutanan dan RUU Keadilan Iklim yang saat ini menjadi Prolegnas DPR RI harus segera dilakukan dengan melibatkan partisipasi publik, secara bermakna, termasuk masyarakat yang terdampak bencana. 

Seruan Solidaritas

Kepada seluruh anggota PHI, simpatisan, dan masyarakat luas, kami menyerukan Solidaritas Warga Bantu Warga. Saat negara lambat bergerak, kekuatan kolektif rakyat adalah harapan.

Kami mengajak publik untuk:

  • Bergotong royong melakukan evakuasi dan pendampingan keluarga korban
  • Menyalurkan donasi dan bantuan melalui posko-posko bencana terpercaya.
  • Mengkritisi kebijakan lingkungan dan pemanfaatan tata ruang di daerah

 

Dewan Pengurus Nasional (DPN)

Partai Hijau Indonesia

 

“Tentang Partai Hijau Indonesia (PHI)”

Partai Hijau Indonesia adalah organisasi politik yang memperjuangkan prinsip-prinsip politik hijau: Kearifan Ekologis, Keadilan Sosial, Demokrasi Partisipatoris, Tanpa Kekerasan, Keberlanjutan, dan Penghargaan terhadap Keberagaman.

AdminWeb

AdminWeb

Kabar PHI adalah portal berita yang berfokus pada kabar-kabar terbaru di Indonesia, dengan tujuan menjadi sumber informasi utama bagi para pekerja, pengusaha, praktisi hukum, dan masyarakat umum. Kami berdedikasi untuk menyajikan berita yang akurat, analisis yang mendalam, serta panduan praktis yang dapat membantu masyarakat mendapatkan kabar terbaru.

Related Posts

Diskusi Buku “Membaca Bumi”, Partai Hijau Dorong Ekososialisme Jadi Gerakan Politik
Kabar Nasional

Diskusi Buku “Membaca Bumi”, Partai Hijau Dorong Ekososialisme Jadi Gerakan Politik

December 20, 2025
Partai Hijau Tetapkan Tiga Aktivis Muda sebagai Karteker DPW PHI Sulawesi Tengah
Kabar Daerah

Partai Hijau Tetapkan Tiga Aktivis Muda sebagai Karteker DPW PHI Sulawesi Tengah

December 20, 2025
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT
Kabar Nasional

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

November 5, 2025
Next Post
Bencana Ekologis Sumatera: Pembiaran Negara yang Membunuh Rakyatnya

Bencana Ekologis Sumatera: Pembiaran Negara yang Membunuh Rakyatnya

Partai Hijau Tetapkan Tiga Aktivis Muda sebagai Karteker DPW PHI Sulawesi Tengah

Partai Hijau Tetapkan Tiga Aktivis Muda sebagai Karteker DPW PHI Sulawesi Tengah

Diskusi Buku “Membaca Bumi”, Partai Hijau Dorong Ekososialisme Jadi Gerakan Politik

Diskusi Buku “Membaca Bumi”, Partai Hijau Dorong Ekososialisme Jadi Gerakan Politik

Rekomendasi

Kader Partai Hijau Indonesia Rayakan Hari Bumi Lewat Diskusi Kritis dan Pertemuan Komunitas

Kader Partai Hijau Indonesia Rayakan Hari Bumi Lewat Diskusi Kritis dan Pertemuan Komunitas

9 months ago
Pertumbuhan atau Degrowth? Ekososialisme menghadapi dikotomi yang salah

Pertumbuhan atau Degrowth? Ekososialisme menghadapi dikotomi yang salah

9 months ago
PHI Tolak Food Estate Merauke: Ancaman Deforestasi dan Krisis Ekologis

PHI Tolak Food Estate Merauke: Ancaman Deforestasi dan Krisis Ekologis

10 months ago
Kapitalisme Yang Membakar Planet, Bukan Orang Biasa

Kapitalisme Yang Membakar Planet, Bukan Orang Biasa

8 months ago

Kategori

  • Editorial
  • Ekonomi
  • Esai
  • Fenomena
  • Kabar Daerah
  • Kabar Nasional
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Opini
  • Perempuan
  • Politik
  • Resensi
  • Wacana

Pencarian Berdasarkan Tag

Ekososialisme konde.co Partai Buruh Partai Hijau Indonesia PHI PHI Sulsel

Berita Populer

SELAMATKAN PESISIR PANTAI KAROSSA DAN MUARA SUNGAI SILAJA: RAKYAT BUKAN KAMBING HITAM
Esai

SELAMATKAN PESISIR PANTAI KAROSSA DAN MUARA SUNGAI SILAJA: RAKYAT BUKAN KAMBING HITAM

by AdminWeb
April 7, 2025
0

kabarphi.com -  Aktifitas produksi pertambangan itu telah  merobek, merusak, dan mengeruk kekayaan yang berasal dari tubuh bumi....

Program Ekososialis: Gagasan Awal

Program Ekososialis: Gagasan Awal

April 7, 2025
Partai Hijau Indonesia Desak Pencabutan Izin Tambang PT. ASR di Pesisir Karossa dan Silaja

Partai Hijau Indonesia Desak Pencabutan Izin Tambang PT. ASR di Pesisir Karossa dan Silaja

April 29, 2025
Negara Sedang Berkhianat, Soeharto Dipuja, Demokrasi Dipenjara

Negara Sedang Berkhianat, Soeharto Dipuja, Demokrasi Dipenjara

November 9, 2025
Melawan untuk Merebut: Kerjasama Politik antara Komite Politik Nasional dan Partai Hijau indonesia

Melawan untuk Merebut: Kerjasama Politik antara Komite Politik Nasional dan Partai Hijau indonesia

April 29, 2025

Berita Terbaru

Diskusi Buku “Membaca Bumi”, Partai Hijau Dorong Ekososialisme Jadi Gerakan Politik

Partai Hijau Tetapkan Tiga Aktivis Muda sebagai Karteker DPW PHI Sulawesi Tengah

Bencana Ekologis Sumatera: Pembiaran Negara yang Membunuh Rakyatnya

Bencana Ekologis di Sumatera: PHI Serukan Solidaritas Warga dan Tuntut Tanggung Jawab Pemerintahan Prabowo – Gibran!

Negara Sedang Berkhianat, Soeharto Dipuja, Demokrasi Dipenjara

Kabarphi

Selamat datang di kabarphi.com, portal informasi yang bisa kamu gunakan untuk mencari tahu kabar paling baru dari Partai Hijau Indonesia.

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2024 Kabar PHI. All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi

© 2024 Kabar PHI . All rights reserved