Kabarphi
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
Kabarphi
No Result
View All Result
Home Fenomena Lingkungan

Bencana Ekologis Sumatera: Pembiaran Negara yang Membunuh Rakyatnya

AdminWeb by AdminWeb
December 13, 2025
in Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
0
Bencana Ekologis Sumatera: Pembiaran Negara yang Membunuh Rakyatnya

foto: istimewa

555
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

kabarphi.com – Akhir November hingga awal Desember 2025, Pulau Sumatera dilanda banjir bandang dan tanah longsor yang tergolong paling dahsyat dalam sejarah modern Indonesia. Banjir dan longsor ini menghantam tiga provinsi utama: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan korban jiwa mencapai ratusan hingga hampir seribu orang, ribuan lainnya luka-luka, hilang, dan lebih dari satu juta jiwa mengungsi atau terdampak langsung.

Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah dan jutaan orang mengalami kehilangan rumah, akses air bersih, listrik, dan fasilitas dasar lainnya. Penyebab meteorologi utama adalah hujan ekstrem yang dipicu oleh Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka serta pola curah hujan jauh di atas normal.

Namun, banyak ahli dan organisasi masyarakat sipil menegaskan bahwa kerusakan ekosistem hulu sungai akibat deforestasi masif dan pengelolaan ruang yang buruk telah memperparah dampak bencana ini. Laporan organisasi lingkungan menunjukkan bahwa sejak 2016 hingga 2025, lebih dari 1,4 juta hektar hutan hilang di tiga provinsi terdampak, yang melemahkan fungsi hidrologis alami di daerah hulu sungai.

Diskusi daring bertajuk “Siapa yang Mengeruk Untung di Hulu, Siapa yang Mati di Hilir?: Membongkar Akar Ekonomi-Politik dan Kelalaian Negara di Balik Bencana Sumatera” digelar pada Rabu (3/12/2025) oleh Center for Agraria and Environmental Justice (CAEJ) bersama media Pinggir.

Acara ini menghadirkan pembicara dari berbagai organisasi masyarakat sipil, termasuk Partai Hijau Indonesia (PHI), CAEJ, Serikat Pekerja Kampus (SPK) Sumatera Barat, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang.

Perwakilan WALHI Sumatera Barat, Tommy Adam, menyebut bencana di Sumatera Barat sebagai dampak lemahnya peran pemerintah dalam mengelola sumber daya alam.

“Bencana ekologis yang terjadi di Sumatera Barat hari ini merupakan akumulasi ketidakadilan ruang, keserakahan, dan kelalaian pemerintah dalam mengurus sumber daya alam dan tata ruang kita”, ucapnya.

Tommy turut menjelaskan bahwa masifnya deforestasi dan alih fungsi lahan merupakan salah satu penyebab terjadinya bencana ekologis di Sumatera Barat.

“Tahun 2001-2024 kita kehilangan hutan tropis sebanyak 320 ribu hektar yang umumnya berlokasi di hulu daerah aliran sungai yang seharusnya berfungsi menyimpan dan menyalurkan air”, jelasnya.

Senada dengan Tommy, perwakilan CAEJ, Thaufan Arifuddin, menegaskan pentingnya perlawanan rakyat dan masyarakat sipil terhadap para pelaku deforestasi dan perusakan lingkungan.

“Saya menyebut bencana ini sebagai bencana kapitalisme ekstraktif dan bencana oligarki. Yang lebih penting adalah bagaimana kita memperkuat gerakan rakyat dan masyarakat sipil untuk mengganti tatanan kapitalisme eksploitatif ini, serta menghancurkan aktor dan kepentingan oligarki”, tegasnya.

PHI melalui Erwin Syuhada menekankan bahwa bencana ekologis yang terjadi merupakan tanggung jawab negara karena telah memihak kepada para oligarki melalui berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan.

“Banjir yang terjadi saat ini merupakan produk kebijakan yang memihak kepada kaum kapitalis, di mana keuntungan diprivatisasi, sedangkan akibat dari kerusakan alam dirasakan oleh seluruh masyarakat”, jelasnya.

Erwin turut menyebut pemerintah telah melakukan kejahatan dan pembunuhan struktural dengan berpihak kepada industri ekstraktif melalui pemberian izin pertambangan dan penebangan hutan secara cuma-cuma, minimnya pengawasan, serta dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dinilai hanya bersifat formalitas.

Ia menilai kebijakan tersebut menjadi penyebab utama bencana ekologis yang menimbulkan banyak korban di berbagai daerah. Ia turut menilai bahwa negara melakukan pembiaran kepada para aktor industri ekstraktif meskipun bencana besar terus terjadi di Indonesia.

Reporter: Satria Judha Prawira

Editor: everdeen

AdminWeb

AdminWeb

Kabar PHI adalah portal berita yang berfokus pada kabar-kabar terbaru di Indonesia, dengan tujuan menjadi sumber informasi utama bagi para pekerja, pengusaha, praktisi hukum, dan masyarakat umum. Kami berdedikasi untuk menyajikan berita yang akurat, analisis yang mendalam, serta panduan praktis yang dapat membantu masyarakat mendapatkan kabar terbaru.

Related Posts

Hari Tanpa Sampah Sedunia: Tragedi Bantargebang Bukti Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah Indonesia
Lingkungan

Hari Tanpa Sampah Sedunia: Tragedi Bantargebang Bukti Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah Indonesia

March 30, 2026
Queer Futurity and Islamic-Ecology Reinterpretation in Indonesia
Analisis

Queer Futurity and Islamic-Ecology Reinterpretation in Indonesia

February 27, 2026
Diskusi Buku “Membaca Bumi”, Partai Hijau Dorong Ekososialisme Jadi Gerakan Politik
Kabar Nasional

Diskusi Buku “Membaca Bumi”, Partai Hijau Dorong Ekososialisme Jadi Gerakan Politik

December 20, 2025
Next Post
Partai Hijau Tetapkan Tiga Aktivis Muda sebagai Karteker DPW PHI Sulawesi Tengah

Partai Hijau Tetapkan Tiga Aktivis Muda sebagai Karteker DPW PHI Sulawesi Tengah

Diskusi Buku “Membaca Bumi”, Partai Hijau Dorong Ekososialisme Jadi Gerakan Politik

Diskusi Buku “Membaca Bumi”, Partai Hijau Dorong Ekososialisme Jadi Gerakan Politik

PERNYATAAN SIKAP PARTAI HIJAU INDONESIA TERHADAP WACANA PEMILIHAN KEPALA DAERAH  MELALUI DPRD

PERNYATAAN SIKAP PARTAI HIJAU INDONESIA TERHADAP WACANA PEMILIHAN KEPALA DAERAH MELALUI DPRD

Rekomendasi

Mengurai Ekofeminisme dan Perlawanan Masyarakat Adat di Samarinda

Mengurai Ekofeminisme dan Perlawanan Masyarakat Adat di Samarinda

11 months ago
Dekolonialisasi Palestina dan Mengembalikan Kodrat Gerakan Lingkungan

Dekolonialisasi Palestina dan Mengembalikan Kodrat Gerakan Lingkungan

1 year ago
Bertarung di Parlemen Adalah Urusan Rumah Tangga

Bertarung di Parlemen Adalah Urusan Rumah Tangga

2 years ago
Lebih Dari Raising Awareness

Lebih Dari Raising Awareness

2 years ago

Kategori

  • Analisis
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Esai
  • Fenomena
  • Kabar Daerah
  • Kabar Nasional
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Opini
  • Perempuan
  • Politik
  • Resensi
  • Wacana

Pencarian Berdasarkan Tag

Ekososialisme FNKSDA Kader Hijau Muhammadyah konde.co Partai Buruh Partai Hijau Indonesia PHI PHI Sulsel

Berita Populer

SELAMATKAN PESISIR PANTAI KAROSSA DAN MUARA SUNGAI SILAJA: RAKYAT BUKAN KAMBING HITAM
Esai

SELAMATKAN PESISIR PANTAI KAROSSA DAN MUARA SUNGAI SILAJA: RAKYAT BUKAN KAMBING HITAM

by AdminWeb
April 7, 2025
0

kabarphi.com -  Aktifitas produksi pertambangan itu telah  merobek, merusak, dan mengeruk kekayaan yang berasal dari tubuh bumi....

Program Ekososialis: Gagasan Awal

Program Ekososialis: Gagasan Awal

April 7, 2025
Partai Hijau Indonesia Desak Pencabutan Izin Tambang PT. ASR di Pesisir Karossa dan Silaja

Partai Hijau Indonesia Desak Pencabutan Izin Tambang PT. ASR di Pesisir Karossa dan Silaja

April 29, 2025
Negara Sedang Berkhianat, Soeharto Dipuja, Demokrasi Dipenjara

Negara Sedang Berkhianat, Soeharto Dipuja, Demokrasi Dipenjara

November 9, 2025
Melawan untuk Merebut: Kerjasama Politik antara Komite Politik Nasional dan Partai Hijau indonesia

Melawan untuk Merebut: Kerjasama Politik antara Komite Politik Nasional dan Partai Hijau indonesia

April 29, 2025

Berita Terbaru

Masa Depan Kemanusiaan dan Transportasi Kita

Kita Mendidih dan Tak Henti Melawan Penindasan

Peran dan Posisi Perempuan dalam Negosiasi Krisis Iklim Global

Partai Hijau Indonesia mengajak Kaum Hijau Sedunia untuk bersolidaritas kepada Andrie Yunus

Hari Tanpa Sampah Sedunia: Tragedi Bantargebang Bukti Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah Indonesia

Kabarphi

Selamat datang di kabarphi.com, portal informasi yang bisa kamu gunakan untuk mencari tahu kabar paling baru dari Partai Hijau Indonesia.

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2024 Kabar PHI. All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi

© 2024 Kabar PHI . All rights reserved