Kabarphi
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
Kabarphi
No Result
View All Result
Home Fenomena Politik

Mengurai Tingginya Biaya Politik di Indonesia: Dominasi Elit dan Ketimpangan Representasi

AdminWeb by AdminWeb
November 2, 2025
in Politik
Reading Time: 3 mins read
0
Mengurai Tingginya Biaya Politik di Indonesia: Dominasi Elit dan Ketimpangan Representasi

sumber gambar: Laporan mendalam CNN Ongkos Malahal Politik Wakil Rakyat. Grafis by: Timothy Loen

553
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

kabarphi.com – Tingginya biaya politik menyebabkan kelas pekerja dan kelompok rentan yang tidak memiliki modal memadai kesulitan berpartisipasi dalam kontestasi politik, sehingga kursi-kursi parlemen lebih banyak diisi oleh kandidat bermodal besar. Permasalahan tersebut menjadi topik utama dalam kegiatan Bincang Politik Elektoral bertajuk “Biaya Politik di Indonesia: Pembelajaran dari Pemilu 2024” yang digelar secara daring pada Jumat (31/10/2025). Diskusi ini menghadirkan Ravio Patra, Country Director Westminster Foundation for Democracy (WFD) Indonesia sebagai narasumber utama.

Riset WFD pada 35 negara menemukan bahwa beban utama dalam mengumpulkan dana kampanye mayoritas dibebankan kepada para kandidat calon legislatif (caleg). Beban ini berlanjut hingga fase pasca-pemilu, di mana caleg harus mengeluarkan biaya politik yang tinggi dalam upaya merawat konstituen maupun memberikan insentif kepada partai politik (parpol). Dalam konteks Indonesia, Ravio menjelaskan bahwa permasalahan tersebut menyebabkan mayoritas kursi di parlemen diisi oleh kelas elit, mulai dari petahana, dinasti, maupun pengusaha sektor ekstraktif yang memiliki modal tidak terbatas.

Pada Pemilu 2024, WFD menemukan bahwa median ongkos politik yang dihabiskan caleg untuk kampanye mencapai Rp5 Miliar. Ravio menekankan bahwa biaya politik yang mahal menjadi penghalang bagi caleg kelas pekerja, perempuan, maupun kelompok marjinal lainnya untuk ikut berkontestasi dalam pemilu. “Ongkos politik yang mahal mengakibatkan kemunduran demokrasi secara substantif, serta membatasi representasi masyarakat karena jalur rekrutmen politik yang sangat terbatas”, ungkap Ravio.

Ravio turut berargumen bahwa sistem proporsional terbuka dan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) semakin mendorong parpol untuk mengutamakan caleg dengan sumber daya ekonomi yang kuat, serta popularitas yang tinggi. Selain itu, penjadwalan pemilu serentak turut memecah fokus caleg dan parpol karena adanya kewajiban mendukung calon presiden yang telah diusung parpol. “Hal ini menyebabkan biaya politik jadi lebih mahal karena caleg harus bekerja dua kali untuk meyakinkan konstituen yang semula tergolong secure voters (pemilih pasti) namun beralih menjadi swing voters (pemilih tidak pasti) karena perbedaan dukungan calon presiden”, jelasnya.

Dalam sesi diskusi, Ravio turut mengkritisi sistem pemilu saat ini yang menghalangi partai-partai kecil untuk maju dalam kontestasi politik. “(Secara nasional, red) seharusnya ada partai yang boleh maju hanya di daerah tertentu saja, tapi kenyataannya sekarang kita mau maju di daerah saja harus memenuhi ambang batas nasional dulu. Sedangkan untuk memenuhi ambang batas nasional biayanya tidak mungkin kecil”, tegasnya.

Ravio menilai diperlukan adanya evaluasi dan perbaikan sistem ambang batas parlemen serta sistem prorporsional terbuka untuk mencegah ketimpangan hasil pemilu. Ia turut memberikan beberapa rekomendasi seperti peningkatan transparansi rekrutmen dan kaderisasi parpol, desentralisasi pengambilan keputusan pada kepengurusan daerah, serta afirmasi bagi kelompok muda dan disabilitas dalam kepengurusan parpol.

Forum diskusi ini menegaskan perlunya evaluasi dan perubahan sistem pemilu di Indonesia, disertai penegakan hukum dan regulasi yang lebih ketat untuk mewujudkan pemilu yang transparan dan akuntabel. Langkah ini diharapkan dapat menekan tingginya biaya politik serta membuka ruang yang lebih luas bagi kelas pekerja dan kelompok marginal, sehingga representasi di parlemen menjadi lebih beragam dan tidak hanya didominasi oleh kalangan elit.

Reporter: Satria Judha Prawira

AdminWeb

AdminWeb

Kabar PHI adalah portal berita yang berfokus pada kabar-kabar terbaru di Indonesia, dengan tujuan menjadi sumber informasi utama bagi para pekerja, pengusaha, praktisi hukum, dan masyarakat umum. Kami berdedikasi untuk menyajikan berita yang akurat, analisis yang mendalam, serta panduan praktis yang dapat membantu masyarakat mendapatkan kabar terbaru.

Related Posts

PERNYATAAN SIKAP PARTAI HIJAU INDONESIA MENOLAK BOARD OF PEACE
Politik

PERNYATAAN SIKAP PARTAI HIJAU INDONESIA MENOLAK BOARD OF PEACE

February 11, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT
Kabar Nasional

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

November 5, 2025
Pemisahan Pemilu dan Pilkada Dinilai Untungkan Partai Alternatif
Politik

Pemisahan Pemilu dan Pilkada Dinilai Untungkan Partai Alternatif

October 8, 2025
Next Post
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

Negara Sedang Berkhianat, Soeharto Dipuja, Demokrasi Dipenjara

Negara Sedang Berkhianat, Soeharto Dipuja, Demokrasi Dipenjara

Bencana Ekologis di Sumatera: PHI Serukan Solidaritas Warga dan Tuntut Tanggung Jawab Pemerintahan Prabowo – Gibran!

Bencana Ekologis di Sumatera: PHI Serukan Solidaritas Warga dan Tuntut Tanggung Jawab Pemerintahan Prabowo - Gibran!

Rekomendasi

PERNYATAAN SIKAP PARTAI HIJAU INDONESIA MENOLAK BOARD OF PEACE

PERNYATAAN SIKAP PARTAI HIJAU INDONESIA MENOLAK BOARD OF PEACE

4 weeks ago
Pertumbuhan atau Degrowth? Ekososialisme menghadapi dikotomi yang salah

Pertumbuhan atau Degrowth? Ekososialisme menghadapi dikotomi yang salah

10 months ago
Bertarung di Parlemen Adalah Urusan Rumah Tangga

Bertarung di Parlemen Adalah Urusan Rumah Tangga

2 years ago
SDK dan Derita yang Belum Disudahi: Dari Sulawesi Barat, Seruan Ekososialis Menggema

SDK dan Derita yang Belum Disudahi: Dari Sulawesi Barat, Seruan Ekososialis Menggema

10 months ago

Kategori

  • Analisis
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Esai
  • Fenomena
  • Kabar Daerah
  • Kabar Nasional
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Opini
  • Perempuan
  • Politik
  • Resensi
  • Wacana

Pencarian Berdasarkan Tag

Ekososialisme FNKSDA Kader Hijau Muhammadyah konde.co Partai Buruh Partai Hijau Indonesia PHI PHI Sulsel

Berita Populer

SELAMATKAN PESISIR PANTAI KAROSSA DAN MUARA SUNGAI SILAJA: RAKYAT BUKAN KAMBING HITAM
Esai

SELAMATKAN PESISIR PANTAI KAROSSA DAN MUARA SUNGAI SILAJA: RAKYAT BUKAN KAMBING HITAM

by AdminWeb
April 7, 2025
0

kabarphi.com -  Aktifitas produksi pertambangan itu telah  merobek, merusak, dan mengeruk kekayaan yang berasal dari tubuh bumi....

Program Ekososialis: Gagasan Awal

Program Ekososialis: Gagasan Awal

April 7, 2025
Partai Hijau Indonesia Desak Pencabutan Izin Tambang PT. ASR di Pesisir Karossa dan Silaja

Partai Hijau Indonesia Desak Pencabutan Izin Tambang PT. ASR di Pesisir Karossa dan Silaja

April 29, 2025
Negara Sedang Berkhianat, Soeharto Dipuja, Demokrasi Dipenjara

Negara Sedang Berkhianat, Soeharto Dipuja, Demokrasi Dipenjara

November 9, 2025
Melawan untuk Merebut: Kerjasama Politik antara Komite Politik Nasional dan Partai Hijau indonesia

Melawan untuk Merebut: Kerjasama Politik antara Komite Politik Nasional dan Partai Hijau indonesia

April 29, 2025

Berita Terbaru

Dari Minab ke Dunia: PHI Kecam Agresi Imperialis dan Nyatakan Solidaritas bagi Rakyat Iran

PHI Gagas Model Partai Berbasis Koperasi, Tegaskan Demokrasi Ekonomi dan Pendidikan sebagai Pondasi Politik

Queer Futurity and Islamic-Ecology Reinterpretation in Indonesia

PERNYATAAN SIKAP PARTAI HIJAU INDONESIA MENOLAK BOARD OF PEACE

PERNYATAAN SIKAP PARTAI HIJAU INDONESIA TERHADAP WACANA PEMILIHAN KEPALA DAERAH MELALUI DPRD

Kabarphi

Selamat datang di kabarphi.com, portal informasi yang bisa kamu gunakan untuk mencari tahu kabar paling baru dari Partai Hijau Indonesia.

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2024 Kabar PHI. All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi

© 2024 Kabar PHI . All rights reserved