Kabarphi
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
Kabarphi
No Result
View All Result
Home Editorial

Kita Mendidih dan Tak Henti Melawan Penindasan

Memperingati Konferensi Asia Afrika 1955

AdminWeb by AdminWeb
April 28, 2026
in Editorial
Reading Time: 5 mins read
0
Kita Mendidih dan Tak Henti Melawan Penindasan

Sumber foto: unesco.org

2.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Konferensi Asia-Afrika (KAA) merupakan ikhtiar perdana dari berbagai bangsa yang mengalami penjajahan. Inti dari ikhtiar ini adalah menggalang kekuatan, dengan bersolidaritas, berjejaring, dan bekerjasama, agar dapat menegakkan otoritas di tanah airnya masing-masing. Konferensi ini dihadiri delegasi dari 29 negara, yang sebagian baru saja merdeka, diselenggarakan 18 – 24 April 1955, di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. 

Latar belakang penyelenggaraan KAA tidak terlepas dari kemunculan negara-negara baru  di Asia dan Afrika pasca perang dunia kedua. Negara-negara yang baru saja merdeka ini tidak lantas bebas tekanan dari bekas imperialis, ditambah masuknya arus ideologi komunisme. Penginisiasi KAA, yaitu Burma, India, Indonesia, Pakistan, dan Srilanka, berkeyakinan bahwa negara-negara yang baru merdeka ini tidak bisa begitu saja mengikut negara-negara imperialis pengusung kapitalisme, yang telah ratusan tahun melakukan eksploitasi serta kekerasan. Sementara itu, memilih komunisme sebagai acuan dunia pasca kolonialisme, juga tidak bisa berjalan mulus. Sehingga, KAA ini memiliki tujuan untuk mengkonsolidasikan negara-negara di Asia – Afrika, yang menjadi sasaran perebutan pengaruh dari dua kutub ideologi ini, untuk merumuskan tatanan dunia yang berbeda. 

Suasana KAA yang berlangsung di Bandung.

KAA menghasilkan Dasasila Bandung yang beresensi pada penghormatan hak asasi manusia, pengakuan kedaulatan setiap negara dan kesetaraan setiap suku bangsa, serta memajukan perundingan dan berbagai upaya untuk menghentikan kekerasan. Perhatian besar juga diberikan kepada Palestina, Aljazair, dan bangsa-bangsa lain yang belum merdeka pada saat itu, sehingga KAA mencakup ruang diplomasi antar bangsa dalam rangka mendorong proses pemerdekaan. Kelanjutan yang paling mencolok dari KAA adalah gerakan non-blok yang dideklarasikan di Beograd, Yugoslavia, 1961. Gerakan ini terdiri dari 100 negara yang tidak beraliansi dengan kekuatan blok kapitalis dan komunis. 

Puluhan tahun kemudian, saat kolonialisme masih tersisa, kecemasan terhadap kerusakan lingkungan yang berujung pada kiamat juga semakin meningkat. Pada tahun 1992, sekelompok delegasi pada KTT Bumi di Rio De Janeiro, Brazil, mencetuskan suatu urgensi politik. Pencetusan ini lahir dari pengalaman bahwa pemerintah negara hanya akan menjalankan agenda penyelamatan lingkungan, kalau dimenangkan partai politik yang berorientasi pada lingkungan. Pada tahun 2001, di Canberra, Australia, pencetusan itu diformalkan sebagai jejaring yang menghubungkan partai-partai hijau di seluruh dunia, dengan nama Kaum Hijau Sedunia. Gerakannya didasarkan pada enam prinsip Piagam Kaum Hijau Sedunia. Saat ini, jumlah anggotanya mencakup lebih dari 100 partai hijau, yang diorganisir berdasarkan empat region, yaitu Afrika, Amerika, Asia – Pasifik, dan Eropa. 

Perwakilan Partai Hijau Indonesia (PHI) Dalam Pertemuan Internasional Kaum Hijau Sedunia di Korea

Seperti KAA, Kaum Hijau Sedunia merupakan upaya bersama yang lahir dari situasi dunia yang sedang dihadapi. KAA tercetus saat dunia sedang berjuang melawan kolonialisme dalam segala bentuknya, sehingga esensinya adalah kemerdekaan dan perdamaian. Sementara itu, kemunculan Kaum Hijau Sedunia didorong oleh kesadaran akan perlunya mempercepat penanganan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi Bumi selama ratusan tahun. Dalam eksploitasi ini, kolonialisme turut berperan. Belakangan ini, watak kolonial yang paling tampak, adalah serangan Israel, Amerika, dan sekutunya terhadap Palestina, yang merambat ke Iran dan Lebanon. Begitu juga dengan agresi terhadap Venezuela, yang terang-terangan untuk menguasai cadangan minyak bumi. Jadi, untuk menyelamatkan Bumi, Kaum Hijau Sedunia juga harus mengupayakan kebebasan dan perdamaian.

Jika KAA adalah upaya kolektif dari negara-negara yang pernah dan sedang mengalami penjajahan, maka Kaum Hijau Sedunia adalah upaya kolektif dari individu-individu yang bergabung dalam partai hijau untuk berjuang menyelamatkan Bumi, termasuk mengakhiri kolonialisme. Perjuangan Kaum Hijau Sedunia ditempuh secara damai dan demokratis, terutama dengan menduduki parlemen dan posisi-posisi eksekutif agar dapat melaksanakan agenda penyelamatan lingkungan. Tahun ini, tercatat sekitar 600 kursi parlemen di seluruh dunia berhasil diduduki oleh anggota partai hijau. Angka ini bisa dibilang kecil, tetapi telah meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tiga atau lima tahun lalu.

Perwakilan Indoenisa dalam Pertemuan GGC membawa Sejumlah isu lingkungan di Nusantara

Dunia yang kita hadapi membutuhkan upaya kolektif yang melintasi segala batas. Pada tahun 1955, KAA telah memulai kolektivitas lintas batas geografis, dengan mengonsolidasikan negara-negara Asia-Afrika yang mengalami penjajahan. Saat ini, pada tahun 2026, kita sedang mendidih. Kenaikan suhu Bumi telah menembus ambang batas kritis 1.5 derajat Celcius, dengan rekor terpanas mencapai 40 derajat Celcius pada hari-hari tertentu selama dekade terakhir, termasuk selama beberapa minggu ini. Negara-negara paling terdampak memang yang terletak di wilayah selatan dunia, yang dulu menghadiri KAA 1955. Tetapi, kesadaran menyelamatkan bumi telah tersebar di berbagai penjuru dunia. Kaum Hijau Sedunia adalah ikhtiar untuk menyatukan kesadaran ini menjadi suatu kekuatan politik, sehingga mereka yang kurang terdampak tidak mengurangi upayanya dibandingkan dengan mereka yang terdampak. Begitu juga dalam konteks menghadapi penindasan, mereka yang tidak tertindas harus merasakan derita mereka yang tertindas. 

Menyelamatkan Bumi memerlukan kerja sama melintasi batas geografis, identitas, kelas, dan batas-batas lainnya. Kaum Hijau Sedunia hanyalah salah satu upaya kolektif. Maka, dengan mengilhami semangat KAA 1955, teruslah berkumpul, bersatu, dan berjuang!  

Referensi:
BBC 2025, Konferensi Asia Afrika di Bandung ‘monumental, tapi apakah masih relevan?, https://www.bbc.com/indonesia/articles/cx266qe7ngno

Global Greens, https://globalgreens.org/

Poynting 2024, Kenaikan suhu Bumi tembus ambang batas 1,5 Celsius untuk pertama kalinya, https://www.bbc.com/indonesia/articles/cedqye0qng1o

AdminWeb

AdminWeb

Kabar PHI adalah portal berita yang berfokus pada kabar-kabar terbaru di Indonesia, dengan tujuan menjadi sumber informasi utama bagi para pekerja, pengusaha, praktisi hukum, dan masyarakat umum. Kami berdedikasi untuk menyajikan berita yang akurat, analisis yang mendalam, serta panduan praktis yang dapat membantu masyarakat mendapatkan kabar terbaru.

Related Posts

Partai Hijau Indonesia mengajak Kaum Hijau Sedunia untuk bersolidaritas kepada Andrie Yunus
Editorial

Partai Hijau Indonesia mengajak Kaum Hijau Sedunia untuk bersolidaritas kepada Andrie Yunus

April 5, 2026
Dari Minab ke Dunia: PHI Kecam Agresi Imperialis dan Nyatakan Solidaritas bagi Rakyat Iran
Editorial

Dari Minab ke Dunia: PHI Kecam Agresi Imperialis dan Nyatakan Solidaritas bagi Rakyat Iran

March 5, 2026
PERNYATAAN SIKAP PARTAI HIJAU INDONESIA TERHADAP WACANA PEMILIHAN KEPALA DAERAH  MELALUI DPRD
Editorial

PERNYATAAN SIKAP PARTAI HIJAU INDONESIA TERHADAP WACANA PEMILIHAN KEPALA DAERAH MELALUI DPRD

January 25, 2026

Rekomendasi

Melawan untuk Merebut: Kerjasama Politik antara Komite Politik Nasional dan Partai Hijau indonesia

Melawan untuk Merebut: Kerjasama Politik antara Komite Politik Nasional dan Partai Hijau indonesia

12 months ago
Pernyataan Sikap Partai Hijau Indonesia: Mengutuk Serangan Brutal dan Keji kepada Andrie Yunus (KontraS) #DaruratDemokrasi

Pernyataan Sikap Partai Hijau Indonesia: Mengutuk Serangan Brutal dan Keji kepada Andrie Yunus (KontraS) #DaruratDemokrasi

2 months ago
Sosialisme 101: Apakah kapitalisme menghancurkan planet ini?

Sosialisme 101: Apakah kapitalisme menghancurkan planet ini?

12 months ago
Dari Minab ke Dunia: PHI Kecam Agresi Imperialis dan Nyatakan Solidaritas bagi Rakyat Iran

Dari Minab ke Dunia: PHI Kecam Agresi Imperialis dan Nyatakan Solidaritas bagi Rakyat Iran

2 months ago

Kategori

  • Analisis
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Esai
  • Fenomena
  • Kabar Daerah
  • Kabar Nasional
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Opini
  • Perempuan
  • Politik
  • Resensi
  • Wacana

Pencarian Berdasarkan Tag

Ekososialisme FNKSDA Kader Hijau Muhammadyah konde.co Partai Buruh Partai Hijau Indonesia PHI PHI Sulsel

Berita Populer

SELAMATKAN PESISIR PANTAI KAROSSA DAN MUARA SUNGAI SILAJA: RAKYAT BUKAN KAMBING HITAM
Esai

SELAMATKAN PESISIR PANTAI KAROSSA DAN MUARA SUNGAI SILAJA: RAKYAT BUKAN KAMBING HITAM

by AdminWeb
April 7, 2025
0

kabarphi.com -  Aktifitas produksi pertambangan itu telah  merobek, merusak, dan mengeruk kekayaan yang berasal dari tubuh bumi....

Program Ekososialis: Gagasan Awal

Program Ekososialis: Gagasan Awal

April 7, 2025
Partai Hijau Indonesia Desak Pencabutan Izin Tambang PT. ASR di Pesisir Karossa dan Silaja

Partai Hijau Indonesia Desak Pencabutan Izin Tambang PT. ASR di Pesisir Karossa dan Silaja

April 29, 2025
Negara Sedang Berkhianat, Soeharto Dipuja, Demokrasi Dipenjara

Negara Sedang Berkhianat, Soeharto Dipuja, Demokrasi Dipenjara

November 9, 2025
Melawan untuk Merebut: Kerjasama Politik antara Komite Politik Nasional dan Partai Hijau indonesia

Melawan untuk Merebut: Kerjasama Politik antara Komite Politik Nasional dan Partai Hijau indonesia

April 29, 2025

Berita Terbaru

Kita Mendidih dan Tak Henti Melawan Penindasan

Peran dan Posisi Perempuan dalam Negosiasi Krisis Iklim Global

Partai Hijau Indonesia mengajak Kaum Hijau Sedunia untuk bersolidaritas kepada Andrie Yunus

Hari Tanpa Sampah Sedunia: Tragedi Bantargebang Bukti Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah Indonesia

Forum Puan Hijau bersama Partai Atjeh Hijau Salurkan Donasi Sedekah Raya untuk Warga Aceh

Kabarphi

Selamat datang di kabarphi.com, portal informasi yang bisa kamu gunakan untuk mencari tahu kabar paling baru dari Partai Hijau Indonesia.

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2024 Kabar PHI. All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi

© 2024 Kabar PHI . All rights reserved