Kabarphi
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
Kabarphi
No Result
View All Result
Home Fenomena Komunitas

Melawan Stigma, Menyelamatkan Demokrasi: Hak Politik ODGJ Adalah Hak Semua Warga

AdminWeb by AdminWeb
October 3, 2025
in Komunitas
Reading Time: 3 mins read
0
Melawan Stigma, Menyelamatkan Demokrasi: Hak Politik ODGJ Adalah Hak Semua Warga
423
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

kabarphi.com – Bidang Perlindungan Kelompok Rentan dan Marginal bersama Sekolah Filsafat Jalanan, Perhimpunan Jiwa Sehat Blitar (Jawa Timur), dan Indonesian Young Greens menggelar webinar bertajuk “Mengupas Stigma ODGJ dalam Perpolitikan Indonesia” beberapa waktu lalu. Diskusi ini menghadirkan dua narasumber utama: Nurma Dian, Ketua Sub-Bidang Disabilitas dan Kesehatan Mental Partai Hijau Indonesia (PHI), serta Jesus Anam, pendiri Sekolah Filsafat Jalanan sekaligus Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat Blitar. Acara dimoderatori oleh Nurul Qomariyah dari Indonesian Young Greens.

Dalam diskusi, para narasumber menekankan pentingnya mengakui hak Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) untuk berpolitik dan menentukan nasibnya sendiri. Nurma Dian menyoroti adanya hambatan serius dalam partisipasi politik, salah satunya tes kesehatan jiwa yang kerap mengeneralisir kondisi seseorang dan berujung diskriminasi.

Sementara itu, Jesus Anam memaparkan fakta-fakta ODGJ yang mampu bekerja, berkarya, dan berkontribusi di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa stigma “tidak mampu berpikir” terhadap ODGJ harus segera dihapus.

Diskusi menegaskan perlunya peran negara untuk memberikan ruang, fasilitas, dan perlindungan yang lebih baik bagi ODGJ. Edukasi publik dan kampanye kesadaran dipandang penting agar masyarakat melihat kapasitas ODGJ, bukan sekadar kekurangan mereka.

Salah satu rekomendasi utama adalah menghapus sistem pengampuan yang selama ini meniadakan hak ODGJ untuk membuat keputusan dan menggantinya dengan konsep supported decision making. Dengan pendekatan ini, ODGJ tetap memegang hak menentukan pilihan hidupnya dengan dukungan jaringan yang mereka percaya.

Webinar ini juga menyinggung peristiwa “ibu berjilbab pink” yang belakangan menjadi simbol perlawanan rakyat. Sosok ini, yang muncul dalam aksi protes dan kemudian distigmatisasi sebagai “gangguan jiwa”, mencerminkan betapa rapuhnya demokrasi Indonesia hari ini. Alih-alih menjawab kritik rakyat, negara justru kerap membungkam suara perlawanan dengan stigmatisasi dan pelabelan negatif.

Para pembicara menekankan, peristiwa tersebut menjadi cermin nyata bagaimana demokrasi yang mestinya hidup kini berada di titik nadir. Ketika simbol-simbol perlawanan rakyat justru dilemahkan lewat stigma, maka perjuangan untuk mengakui hak-hak ODGJ sekaligus menjadi perjuangan yang lebih luas: melawan matinya demokrasi dan menuntut ruang publik yang sehat, inklusif, serta bebas dari diskriminasi.

Di akhir diskusi, para pihak sepakat mendorong pemerintah meningkatkan fasilitas dan layanan kesehatan jiwa, sekaligus membuka ruang partisipasi politik yang inklusif bagi ODGJ. Upaya ini bukan hanya soal perlindungan hak, tetapi juga jalan menuju peningkatan produktivitas dan kesejahteraan mereka sebagai bagian utuh dari bangsa.

AdminWeb

AdminWeb

Kabar PHI adalah portal berita yang berfokus pada kabar-kabar terbaru di Indonesia, dengan tujuan menjadi sumber informasi utama bagi para pekerja, pengusaha, praktisi hukum, dan masyarakat umum. Kami berdedikasi untuk menyajikan berita yang akurat, analisis yang mendalam, serta panduan praktis yang dapat membantu masyarakat mendapatkan kabar terbaru.

Related Posts

Lawan Kolonisasi Ruang Hidup, PHI dan Wikikopi Dorong Konsep Koperasi Masyarakat Swakelola
Komunitas

Lawan Kolonisasi Ruang Hidup, PHI dan Wikikopi Dorong Konsep Koperasi Masyarakat Swakelola

March 26, 2026
Queer Futurity and Islamic-Ecology Reinterpretation in Indonesia
Analisis

Queer Futurity and Islamic-Ecology Reinterpretation in Indonesia

February 27, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT
Kabar Nasional

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

November 5, 2025
Next Post
Pemisahan Pemilu dan Pilkada Dinilai Untungkan Partai Alternatif

Pemisahan Pemilu dan Pilkada Dinilai Untungkan Partai Alternatif

Enam Dekade Setelah 1965 Pola Lama dalam Wajah Baru Rezim

Enam Dekade Setelah 1965 Pola Lama dalam Wajah Baru Rezim

Bebaskan Tahanan Politik, Stop Perburuan Aktivis, Lawan Ketakutan!

Bebaskan Tahanan Politik, Stop Perburuan Aktivis, Lawan Ketakutan!

Kategori

  • Analisis
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Esai
  • Fenomena
  • Kabar Daerah
  • Kabar Nasional
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Opini
  • Perempuan
  • Politik
  • Resensi
  • Wacana

Pencarian Berdasarkan Tag

Ekososialisme FNKSDA Kader Hijau Muhammadyah konde.co Partai Buruh Partai Hijau Indonesia PHI PHI Sulsel
Kabarphi

Selamat datang di kabarphi.com, portal informasi yang bisa kamu gunakan untuk mencari tahu kabar paling baru dari Partai Hijau Indonesia.

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2024 Kabar PHI. All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi

© 2024 Kabar PHI . All rights reserved