Kabarphi
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
Kabarphi
No Result
View All Result
Home Kabar Nasional

Agenda Rutin Ngobrol Ekososialisme, Partai Hijau Indonesia

Oleh: M. Alief Abdussalam

AdminWeb by AdminWeb
August 26, 2024
in Kabar Nasional
Reading Time: 4 mins read
0
Agenda Rutin Ngobrol Ekososialisme, Partai Hijau Indonesia

Ketua Partai Hijau Indonesia (PHI), Roy Murtadho

139
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

kabarphi.com – Selama bulan Ramadhan, setiap hari Jumat, Pokja Pendidikan Politik telah secara teratur mengadakan serangkaian kelas yang berjudul “Ngobrol Ekososialisme”, yang dipandu oleh Gus Roy Murtadho. Setiap sesi dimulai pada pukul 20.30 dan berlangsung hingga selesai, dengan total penyelenggaraan sebanyak tiga kali. Fokus utama dari kelas-kelas ini adalah untuk mendalami pemahaman mengenai konsep dasar ekososialisme, membedakannya dengan pendekatan de-growth, mengeksplorasi signifikansi ekososialisme dalam konteks gerakan ‘hijau’ yang sering kali tidak memiliki struktur yang jelas, serta menganalisis posisi eko-sosialis dalam perdebatan teoritis seputar paham Marxisme.

Dalam menjelaskan konsep ekososialisme, Gus Roy mengutip pandangan Michael Lowy yang mendefinisikan ekososialisme sebagai suatu ideologi yang menggabungkan prinsip-prinsip ekologi dan sosialisme. Tujuan utamanya adalah menciptakan sistem yang mampu menggabungkan kesejahteraan sosial dengan pelestarian lingkungan, sambil menolak konsep pertumbuhan ekonomi yang tidak terbatas yang ditawarkan oleh kapitalisme, yang justru memperparah krisis ekologi saat ini. Ekososialisme menekankan pentingnya demokratisasi sarana produksi, pengelolaan ekologis yang bertanggung jawab, serta transformasi budaya dan sistem ekonomi yang ada, sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yang adil dan berkelanjutan yang memprioritaskan kebutuhan manusia dan planet di atas keuntungan semata.

Lebih lanjut, Gus Roy menjelaskan perbedaan antara pendekatan ekososialisme dan de-growth. Meskipun keduanya memiliki kritik terhadap kapitalisme dan pertumbuhan ekonomi yang tidak berkelanjutan, mereka berbeda dalam strategi dan fokus taktis. Ekososialisme mendorong transformasi ekonomi sistemik dengan mengintegrasikan kritik ekologi dengan analisis Marxis tentang ekonomi politik, sementara de-growth lebih menekankan pada pengurangan skala ekonomi dan pergeseran dari ideologi pertumbuhan.

Dalam konteks gerakan ‘hijau’ yang seringkali bersifat tidak terstruktur, ekososialisme memiliki relevansi yang signifikan karena menawarkan kerangka kerja yang lebih holistik dan terstruktur untuk mengatasi tantangan lingkungan. Sementara beberapa gerakan hijau mungkin fokus pada perubahan individu dan solusi pasar, ekososialisme menekankan perubahan sistemik dan kolektif pada struktur sosio-ekonomi dan politik yang tengah berlangsung. Misalnya, promosi transportasi umum yang murah atau gratis, penolakan terhadap sistem hutang neoliberal dan “penyesuaian struktural”, pertahanan kesehatan masyarakat dari polusi, serta pengurangan waktu kerja.

Pendekatan eko-sosialis berusaha untuk memadukan tuntutan dan gerakan ekologis dengan perjuangan sosial dan ekonomi, dengan tujuan mengatasi akar permasalahan kapitalisme yang dianggap bertanggung jawab atas ketidakadilan sosial serta kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, ekososialisme memberikan pandangan strategis bagi gerakan hijau untuk menjadi lebih efektif dalam memperjuangkan reformasi sistematis yang tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mempromosikan keadilan sosial dan kesetaraan.

Dalam perdebatan teoritis mengenai Marxisme, posisi eko-sosialis memberikan kontribusi penting dengan memperkaya dan memperluas kerangka analisis Marxis melalui integrasi kritik ekologis terhadap kapitalisme. Ekososialisme menekankan bahwa ekologi bukanlah tambahan belaka dalam analisis Marxis, melainkan komponen sentral yang harus menjadi bagian tak terpisahkan dari kajian kritis terhadap kapitalisme. Dengan menyatukan perjuangan kelas dengan krisis ekologi global, eko-sosialis melihat kapitalisme sebagai akar dari krisis lingkungan saat ini. Dan, oleh karena itu, ekososialisme menegaskan bahwa respons terhadap krisis lingkungan harus mencakup transformasi sistem ekonomi dan sosial yang fundamental, bukan hanya reformasi permukaan yang dipromosikan oleh solusi pasar.

Ekososialisme mengusulkan alternatif yang menekankan pada keadilan sosial dan pelestarian lingkungan melalui sarana-sarana seperti perencanaan demokratis dan kontrol kolektif atas alat produksi, yang diyakini akan memfasilitasi transisi menuju masyarakat yang lebih berkelanjutan dan adil. Dalam konteks ini, ekososialisme merupakan pengembangan dari pemikiran Marxis yang relevan untuk kebutuhan masa kini, dengan mengintegrasikan kritik ekologi ke dalam kerangka analisisnya dan menjadikan perjuangan ekologis sebagai bagian tak terpisahkan dari perjuangan kelas.***

Bahan bacaan Ngobrol Ekososialisme: 

  • Michael Löwy, “Apa itu ekososialisme“, terjemahan Roy Murtadho.
  • Michael Löwy, “Mengapa Ekososialisme: Untuk Masa Depan Merah-Hijau“, terjemahan Roy Murtadho.
  • Deklarasi Ekososialisme Belem, 16 Desember 2008

Dapat diunduh melalui Perpustakaan PHI_Ekososialisme

AdminWeb

AdminWeb

Kabar PHI adalah portal berita yang berfokus pada kabar-kabar terbaru di Indonesia, dengan tujuan menjadi sumber informasi utama bagi para pekerja, pengusaha, praktisi hukum, dan masyarakat umum. Kami berdedikasi untuk menyajikan berita yang akurat, analisis yang mendalam, serta panduan praktis yang dapat membantu masyarakat mendapatkan kabar terbaru.

Related Posts

Nobar Menolak Punah: Krisis Lingkungan Berawal dari Cara Kita Memproduksi dan Mengonsumsi
Kabar Nasional

Nobar Menolak Punah: Krisis Lingkungan Berawal dari Cara Kita Memproduksi dan Mengonsumsi

July 8, 2026
PHI Refleksikan Budaya Organisasi Lewat Collective Care
Kabar Nasional

PHI Refleksikan Budaya Organisasi Lewat Collective Care

June 27, 2026
Gempa 6,7 Magnitudo, PHI Minta Evaluasi Tata Ruang Sulteng
Kabar Daerah

Gempa 6,7 Magnitudo, PHI Minta Evaluasi Tata Ruang Sulteng

June 17, 2026
Next Post
Ekofeminisme dan Perjuangan Orang Biasa

Ekofeminisme dan Perjuangan Orang Biasa

Bertarung di Parlemen Adalah Urusan Rumah Tangga

Bertarung di Parlemen Adalah Urusan Rumah Tangga

Setelah Krisis Over-Akumulasi Modal, Terbitlah EV

Setelah Krisis Over-Akumulasi Modal, Terbitlah EV

Kategori

  • Analisis
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Esai
  • Fenomena
  • Kabar Daerah
  • Kabar Nasional
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Opini
  • Perempuan
  • Politik
  • Resensi
  • Wacana

Pencarian Berdasarkan Tag

Ekososialisme FNKSDA Kader Hijau Muhammadyah konde.co Partai Buruh Partai Hijau Indonesia PHI PHI Sulsel
Kabarphi

Selamat datang di kabarphi.com, portal informasi yang bisa kamu gunakan untuk mencari tahu kabar paling baru dari Partai Hijau Indonesia.

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2024 Kabar PHI. All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi

© 2024 Kabar PHI . All rights reserved