Kabarphi
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
Kabarphi
No Result
View All Result
Home Editorial

Masa Depan Kemanusian dan Transportasi Kita

Refleksi dan Pernyataan Sikap Partai Hijau Indonesia dan Forum Puan Hijau

AdminWeb by AdminWeb
May 12, 2026
in Editorial
Reading Time: 8 mins read
0
Masa Depan Kemanusian dan Transportasi Kita

Sumber foto: Tangselpos.id 2025

1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Senin, 27 April 2026, kecelakaan terjadi di Bekasi Timur, Jawa Barat. Sebuah taksi listrik melintas perlintasan sebidang dan tertabrak rangkaian KRL tujuan Jakarta. Kejadian itu memicu error pada sistem sinyal, yang mengakibatkan Kereta Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong khusus wanita pada rangkaian KRL Commuter Line jurusan Cikarang. 90 orang mengalami luka. 16 orang tewas.

Partai Hijau Indonesia dan Forum Puan Hijau menyampaikan duka mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Kami juga menyatakan bahwa kecelakaan ini bukan semata musibah, namun juga akibat dari akumulasi kelalaian sistemik yang sudah lama tidak terurai. Kemalangan yang terjadi seharusnya bisa dicegah.

Perlintasan Sebidang

Perlintasan sebidang adalah titik pertemuan antara jalur rel dan jalan raya pada ketinggian yang sama. Keberadaannya di banyak daerah tidak terlepas dari praktik pembiaran oleh negara dan keterlibatan pihak-pihak tertentu, termasuk organisasi kemasyarakatan, yang selama bertahun-tahun mengelola akses perlintasan secara informal di luar mekanisme resmi pemerintah. Negara mengetahui situasi ini, namun tidak mengambil langkah tegas untuk menertibkannya.

Platform Hijau** secara eksplisit telah menetapkan agenda untuk menghilangkan perlintasan sebidang yang berbahaya dan memastikan keberadaan sistem sinyal di seluruh perlintasan kereta api (Platform Hijau 2.11.2.11). Optimalisasi penggunaan palang di perlintasan rel juga perlu dievaluasi dan diperbaiki. 

Kecelakaan di Bekasi Timur membuktikan bahwa menunda agenda ini adalah keputusan yang pada akhirnya harus dibayar dengan nyawa warga.

Kendaraan Listrik

Partai Hijau Indonesia mendukung transisi menuju angkutan bersih nol karbon (Platform Hijau 2.11.2.2, 2.11.2.5, dan 2.11.2.6). Dukungan ini mencakup pengembangan armada angkutan publik  berbasis nol emisi serta penerapan standar efisiensi bahan bakar dan emisi kendaraan yang progresif.

Namun demikian, atas kecelakaan di Bekasi Timur, ditambah dengan sejumlah catatan warga yang memperlihatkan perilaku berkendara armada taksi listrik yang tidak tertib, Partai Hijau Indonesia sepakat dengan tindakan evaluasi menyeluruh terhadap izin operasional perusahaan taksi listrik yang terlibat dalam kecelakaan ini. Dukungan terhadap kendaraan ramah lingkungan tidak berarti memberikan impunitas terhadap kelalaian operasional. Penelitian dan pengembangan teknologi transportasi bersih harus terus didorong (Platform Hijau 2.11.2.8), namun harus berjalan seiring dengan standar keselamatan yang tidak boleh dikompromikan.

Kereta Api dan Ketergantungan Warga

KRL Commuter Line melayani lebih dari satu juta penumpang setiap hari di wilayah Jabodetabek. Angka ini tidak bisa hanya dipandang sebagai statistik semata, namun merupakan representasi jutaan perjalanan harian dari warga yang menggantungkan kepentingan  hidupnya pada sistem transportasi publik yang andal. Reformasi pelayanan kereta api yang sejak akhir dekade 2000 membawa sejumlah perubahan signifikan, termasuk modernisasi sistem tiket, peningkatan ketepatan waktu, dan penerapan gerbong khusus wanita sebagai respons terhadap kebutuhan keamanan penumpang perempuan.

Kemajuan itu nyata. 

Namun, kecelakaan di Bekasi Timur mengingatkan kita bahwa reformasi pelayanan tidak cukup jika infrastruktur dasar, terutama sistem sinyal dan penghapusan perlintasan sebidang, masih terabaikan.

Gerbong Khusus Wanita sebagai Ruang Aman

Pelecehan seksual di transportasi publik, termasuk kereta api, merupakan persoalan yang serius dan terus berulang. Bentuk-bentuk pelecehan yang dilaporkan beragam, mulai dari sentuhan fisik tanpa izin, komentar verbal yang merendahkan, hingga ekshibisionisme di dalam gerbong. Situasi ini adalah cerminan dari kultur patriarkis yang masih mengakar kuat dalam masyarakat Indonesia, di mana ruang publik kerap tidak dirasakan aman oleh perempuan.

Gerbong khusus wanita hadir sebagai respons pragmatis terhadap kegagalan sistemik tersebut. Bagi banyak penumpang perempuan, gerbong ini bukan sekadar pilihan kenyamanan, melainkan satu-satunya ruang di dalam sistem transportasi publik di mana mereka dapat berdiri, duduk, dan berpindah tanpa merasa terancam. Gerbong khusus wanita adalah pencapaian kebijakan yang harus dipertahankan dan diperkuat, bukan diperdebatkan relevansinya. 

Namun, tragedi ini juga membuka ruang evaluasi. Penempatan gerbong khusus perempuan di ujung rangkaian selama ini dipilih demi efisiensi operasional dan kelancaran arus perpindahan penumpang antar gerbong. Tetapi di sisi lain, posisi ujung kereta memiliki risiko lebih tinggi dalam situasi benturan. Artinya, persoalannya bukan pada keberadaan gerbong perempuan, melainkan bagaimana sistem transportasi merancang ruang aman tanpa mengorbankan aspek keselamatan lainnya. Evaluasi diperlukan untuk mempertimbangkan baik kebutuhan perlindungan perempuan maupun aspek keselamatan struktural seluruh penumpang.

Masa Depan Kemanusiaan

Di antara foto dan video yang beredar pasca kecelakaan, publik menyaksikan sesuatu yang tidak biasa: perempuan-perempuan yang berdiri tangguh di antara puing-puing, sementara laki-laki terlihat menangis. Pembalikan dari stereotip gender yang selama ini dinormalisasi ini bukan kebetulan, namun merupakan momen kejujuran yang dipaksakan oleh krisis, dan seharusnya menjadi bahan refleksi kolektif tentang betapa sempitnya konstruksi maskulinitas yang kita wariskan.

Teori trauma kolektif menunjukkan bahwa bencana bersama memiliki potensi untuk meruntuhkan batas-batas identitas yang biasanya kaku, termasuk batas gender. Dalam situasi darurat, kemampuan merespons lebih penting daripada perbedaan jenis kelamin. Kesadaran ini perlu dirawat bahkan ketika krisis telah berlalu.

Kecelakaan ini juga memunculkan pertanyaan tentang makna kepahlawanan. Para penumpang yang saling membantu, petugas yang bekerja tanpa pamrih, warga yang membuka tangannya untuk korban, mereka semua adalah pahlawan. Kepahlawanan tidak melulu milik mereka yang gugur di medan perang atau menemukan teori yang mengubah dunia. Dalam media sosial, publik menobatkan pencari nafkah keluarga dan perempuan yang memperjuangkan cita-cita mereka dalam kultur patriarki, sebagai orang-orang yang pantas mendapat predikat pahlawan. Teori politik keseharian (everyday politics) mengingatkan kita bahwa tindakan-tindakan kecil dalam ruang publik sehari-hari seperti merawat, menolong, dan hadir, adalah tindakan politis yang membentuk kemanusiaan kita bersama.

Gelombang empati yang mengalir di media sosial, mulai dari unggahan ulang kabar korban, pengiriman bunga, hingga penggalangan dana, bukan sekadar perilaku aktivisme digital kosong. Dalam kerangka trauma kolektif, tindakan-tindakan ini adalah cara masyarakat mengakui penderitaan bersama dan menegaskan kembali ikatan sosial yang sering kali tak terlihat di hari-hari biasa. Ini adalah indikator penting tentang kapasitas kemanusiaan kita menghadapi krisis-krisis yang akan datang.

Masa Depan Transportasi

6 Mei 2026, sepuluh hari berlalu dari Bekasi Timur, terjadi kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Sebuah bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang mengeluarkan percikan api saat melaju, bertabrakan dengan mobil tangki BBM. Ledakan tak terhindarkan. 16 orang tewas, 5 orang mengalami luka. 

Lagi-lagi, kita diperlihatkan betapa rapuh jaminan keselamatan dalam transportasi publik.

Atas duka beruntun akibat kecelakaan ini, Partai Hijau Indonesia menegaskan kembali komitmen terhadap visi transportasi yang manusiawi, ekologis, dan berkeadilan. Sistem transportasi masa depan harus mencakup layanan angkutan umum yang cepat, andal, terjangkau, dan aman, yang terintegrasi dengan infrastruktur pejalan kaki, sepeda, dan pengguna moda non-motor lainnya (Platform Hijau 2.11.2.1). Koridor kereta listrik berkualitas tinggi antara kota besar dan pusat regional harus direncanakan dengan mempertimbangkan dampak ekologis yang minimal (Platform Hijau 2.11.2.10).

Layanan transportasi yang lebih baik juga harus menjangkau wilayah pedesaan, antarpulau, dan daerah terpencil (Platform Hijau 2.11.2.3). Perencanaan dan pengambilan keputusan dalam sektor transportasi publik harus transparan dan melibatkan partisipasi nyata dari masyarakat (Platform Hijau 2.11.2.7). Kemitraan antara pemerintah pusat dan daerah adalah prasyarat yang tidak dapat ditawar dalam mewujudkan infrastruktur transportasi berkelanjutan (Platform Hijau 2.11.2.14). Semua ini harus didukung oleh infrastruktur energi bersih, mencakup kereta listrik berkecepatan tinggi, jaringan bus listrik, dan fasilitas pengisian kendaraan yang merata secara nasional (Platform Hijau 2.11.2.15).

PERNYATAAN SIKAP

Dewan Pengurus Nasional Partai Hijau Indonesia,  Dewan Pengurus Provinsi Jawa Barat, dan Forum Puan Hijau menyatakan: 

  1. mendesak pemerintah untuk segera menyusun dan melaksanakan peta jalan penghapusan seluruh perlintasan sebidang yang berbahaya di Indonesia, disertai dengan pemasangan sistem sinyal yang memenuhi standar keselamatan di semua perlintasan yang masih beroperasi.
  2. mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh dan transparan terhadap izin operasional perusahaan taksi listrik yang armadanya terlibat dalam kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, termasuk audit kepatuhan terhadap standar keselamatan berkendara. Desakan yang sama juga diperuntukkan bagi perusahaan bus Antar Lintas Sumatera. 
  3. mendukung penguatan dan perluasan layanan KRL Commuter Line serta sistem kereta api sebagai tulang punggung transportasi publik, dengan memastikan ketersediaan anggaran yang memadai untuk pemeliharaan infrastruktur dan modernisasi sistem sinyal.
  4. menegaskan bahwa gerbong khusus wanita adalah kebijakan yang harus dipertahankan dan diperkuat sebagai bagian dari komitmen negara untuk menyediakan ruang publik yang aman bagi perempuan.
  5. mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai empati pascabencana bukan sebagai kepedulian sesaat, melainkan sebagai energi politik yang diterjemahkan ke dalam tuntutan nyata terhadap negara demi sistem transportasi yang lebih aman, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh warga.

Keselamatan di atas rel dan semua transportasi publik adalah hak dasar, bukan keberuntungan!!!

*Penyusun draf: Ibam Ermansyah (PHI Jawa Barat), Rika Febriyani (Forum Puan Hijau)

**Platform Hijau dapat diakses melalui https://bit.ly/PlatformHijauPHI

AdminWeb

AdminWeb

Kabar PHI adalah portal berita yang berfokus pada kabar-kabar terbaru di Indonesia, dengan tujuan menjadi sumber informasi utama bagi para pekerja, pengusaha, praktisi hukum, dan masyarakat umum. Kami berdedikasi untuk menyajikan berita yang akurat, analisis yang mendalam, serta panduan praktis yang dapat membantu masyarakat mendapatkan kabar terbaru.

Related Posts

Kita Mendidih dan Tak Henti Melawan Penindasan
Editorial

Kita Mendidih dan Tak Henti Melawan Penindasan

May 12, 2026
Partai Hijau Indonesia mengajak Kaum Hijau Sedunia untuk bersolidaritas kepada Andrie Yunus
Editorial

Partai Hijau Indonesia mengajak Kaum Hijau Sedunia untuk bersolidaritas kepada Andrie Yunus

April 5, 2026
Dari Minab ke Dunia: PHI Kecam Agresi Imperialis dan Nyatakan Solidaritas bagi Rakyat Iran
Editorial

Dari Minab ke Dunia: PHI Kecam Agresi Imperialis dan Nyatakan Solidaritas bagi Rakyat Iran

March 5, 2026

Rekomendasi

Mengurai Ekofeminisme dan Perlawanan Masyarakat Adat di Samarinda

Mengurai Ekofeminisme dan Perlawanan Masyarakat Adat di Samarinda

11 months ago

DPR & Rezim Bermain Api! PHI: Revisi UU TNI Ancaman Nyata bagi Demokrasi

1 year ago
Deklarasi Ekososialis Belem

Deklarasi Ekososialis Belem

1 year ago
Pernyataan Sikap Partai Hijau Indonesia: Mengutuk Serangan Brutal dan Keji kepada Andrie Yunus (KontraS) #DaruratDemokrasi

Pernyataan Sikap Partai Hijau Indonesia: Mengutuk Serangan Brutal dan Keji kepada Andrie Yunus (KontraS) #DaruratDemokrasi

2 months ago

Kategori

  • Analisis
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Esai
  • Fenomena
  • Kabar Daerah
  • Kabar Nasional
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Opini
  • Perempuan
  • Politik
  • Resensi
  • Wacana

Pencarian Berdasarkan Tag

Ekososialisme FNKSDA Kader Hijau Muhammadyah konde.co Partai Buruh Partai Hijau Indonesia PHI PHI Sulsel

Berita Populer

SELAMATKAN PESISIR PANTAI KAROSSA DAN MUARA SUNGAI SILAJA: RAKYAT BUKAN KAMBING HITAM
Esai

SELAMATKAN PESISIR PANTAI KAROSSA DAN MUARA SUNGAI SILAJA: RAKYAT BUKAN KAMBING HITAM

by AdminWeb
April 7, 2025
0

kabarphi.com -  Aktifitas produksi pertambangan itu telah  merobek, merusak, dan mengeruk kekayaan yang berasal dari tubuh bumi....

Program Ekososialis: Gagasan Awal

Program Ekososialis: Gagasan Awal

April 7, 2025
Partai Hijau Indonesia Desak Pencabutan Izin Tambang PT. ASR di Pesisir Karossa dan Silaja

Partai Hijau Indonesia Desak Pencabutan Izin Tambang PT. ASR di Pesisir Karossa dan Silaja

April 29, 2025
Negara Sedang Berkhianat, Soeharto Dipuja, Demokrasi Dipenjara

Negara Sedang Berkhianat, Soeharto Dipuja, Demokrasi Dipenjara

November 9, 2025
Melawan untuk Merebut: Kerjasama Politik antara Komite Politik Nasional dan Partai Hijau indonesia

Melawan untuk Merebut: Kerjasama Politik antara Komite Politik Nasional dan Partai Hijau indonesia

April 29, 2025

Berita Terbaru

Masa Depan Kemanusian dan Transportasi Kita

Kita Mendidih dan Tak Henti Melawan Penindasan

Peran dan Posisi Perempuan dalam Negosiasi Krisis Iklim Global

Partai Hijau Indonesia mengajak Kaum Hijau Sedunia untuk bersolidaritas kepada Andrie Yunus

Hari Tanpa Sampah Sedunia: Tragedi Bantargebang Bukti Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah Indonesia

Kabarphi

Selamat datang di kabarphi.com, portal informasi yang bisa kamu gunakan untuk mencari tahu kabar paling baru dari Partai Hijau Indonesia.

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2024 Kabar PHI. All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi

© 2024 Kabar PHI . All rights reserved