Kabarphi
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi
No Result
View All Result
Kabarphi
No Result
View All Result
Home Kabar Daerah

SDK dan Derita yang Belum Disudahi: Dari Sulawesi Barat, Seruan Ekososialis Menggema

Ini bukan sekadar ironi, ini cermin nyata dari bagaimana kekuasaan politik kita berselingkuh dengan kekuasaan modal

AdminWeb by AdminWeb
May 12, 2025
in Kabar Daerah, Opini
Reading Time: 3 mins read
0
SDK dan Derita yang Belum Disudahi: Dari Sulawesi Barat, Seruan Ekososialis Menggema
367
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Andi Alan Nuari
Kader Partai Hijau Indonesia, Sulawesi Selatan

Tak ada kado yang lebih jujur untuk seorang kepala daerah selain kritik dari rakyat yang terluka. Maka pada ulang tahun Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang ke-63, ribuan warga dari Kalukku, Karossa, dan Sarasa memberikan hadiah terbaik: tuntutan untuk menghentikan perampasan ruang hidup mereka oleh tambang.

Di antara kawat berduri, aparat bersenjata, dan janji yang dilontarkan setengah hati, rakyat Sulbar menyuarakan satu akronim yang menggetarkan yaitu SDK (Sudahi Derita Kami).

Saya menulis ini bukan semata sebagai pengamat, tapi sebagai kader Partai Hijau Indonesia. Kami, yang berpijak pada prinsip ekososialisme, percaya bahwa krisis ekologis tidak bisa dipisahkan dari ketimpangan sosial. Maka ketika tambang pasir mengancam pesisir Karossa dan Silaja, kami melihatnya bukan hanya sebagai bencana lingkungan, tapi sebagai bentuk penindasan terhadap kelas pekerja nelayan, petani, dan masyarakat adat yang sejak awal dikorbankan atas nama investasi.

Aliansi masyarakat telah turun ke jalan. Mereka menuntut pencabutan izin tambang PT. ASR yang sejak awal cacat legal-formal. Mereka menuntut moratorium izin baru hingga ada pertemuan tripartit. Tapi bagaimana respons negara? Represif, birokratis, dan sinis. Janji pertemuan yang ditawarkan hanya menghasilkan konferensi pers yang tak memadai dan itu pun dilakukan dengan tergesa, seolah suara rakyat tak penting dibandingkan jadwal perayaan ulang tahun gubernur.

Ini bukan sekadar ironi, ini cermin nyata dari bagaimana kekuasaan politik kita berselingkuh dengan kekuasaan modal. Di dalam Deklarasi Ekososialis Belem (2009), kami telah menegaskan bahwa perjuangan ekososialis adalah perjuangan melawan kehancuran planet dan ketidakadilan sosial yang berjalan beriringan.

Kami menolak sistem ekonomi yang menjadikan alam sebagai komoditas dan manusia sebagai objek eksploitasi. Dalam kasus Sulbar, jelas terlihat bahwa pesisir bukan sekadar wilayah eksplorasi, melainkan ruang hidup yang diwariskan lintas generasi.

Kami percaya bahwa perubahan iklim, kerusakan ekologi, dan kemiskinan struktural tak bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan teknokratik atau proyek ramah lingkungan yang dibungkus CSR. Perlu perubahan mendasar: demokratisasi ekonomi, kendali rakyat atas sumber daya alam, dan transformasi cara kita hidup, bekerja, dan memproduksi. Inilah makna dari ekososialisme jalan ketiga yang menolak kapitalisme perusak dan sosialisme otoriter yang membungkam.

Hari ini, rakyat Sulbar telah menyuarakan fiat justitia ruat caelum keadilan harus ditegakkan walau langit runtuh. Bila negara menutup telinga, jika lembaga hukum tunduk pada modal, maka biarlah rakyat yang menjadi hakim dan sejarah yang mencatat.

Bagi kami,  perjuangan ini bukan hanya soal tambang di Karossa. Ini adalah bab dari narasi panjang, tentang pertarungan antara oligarki dan kehidupan, antara bumi yang sakit dan mereka yang masih berani menyembuhkannya. Kami berdiri bersama rakyat pesisir, karena kami tahu: ketika terakhir kali alam dibungkam, yang terdengar hanyalah gemuruh amarahnya.

AdminWeb

AdminWeb

Kabar PHI adalah portal berita yang berfokus pada kabar-kabar terbaru di Indonesia, dengan tujuan menjadi sumber informasi utama bagi para pekerja, pengusaha, praktisi hukum, dan masyarakat umum. Kami berdedikasi untuk menyajikan berita yang akurat, analisis yang mendalam, serta panduan praktis yang dapat membantu masyarakat mendapatkan kabar terbaru.

Related Posts

Gempa 6,7 Magnitudo, PHI Minta Evaluasi Tata Ruang Sulteng
Kabar Daerah

Gempa 6,7 Magnitudo, PHI Minta Evaluasi Tata Ruang Sulteng

June 17, 2026
Dari Solo untuk Papua: PHI Ajak Masyarakat Sipil Merawat Solidaritas dan Keadilan Ekologis
Kabar Daerah

Dari Solo untuk Papua: PHI Ajak Masyarakat Sipil Merawat Solidaritas dan Keadilan Ekologis

June 9, 2026
Forum Puan Hijau bersama Partai Atjeh Hijau Salurkan Donasi Sedekah Raya untuk Warga Aceh
Kabar Daerah

Forum Puan Hijau bersama Partai Atjeh Hijau Salurkan Donasi Sedekah Raya untuk Warga Aceh

March 30, 2026
Next Post
Krisis Industri, Derita Buruh, dan Jalan Ekososialis

Krisis Industri, Derita Buruh, dan Jalan Ekososialis

Mengurai Ekofeminisme dan Perlawanan Masyarakat Adat di Samarinda

Mengurai Ekofeminisme dan Perlawanan Masyarakat Adat di Samarinda

Pendidikan Kepengurusan Perdana PHI 2025: Menyemai Kader Hijau yang Progresif dan Berwawasan Lokal

Pendidikan Kepengurusan Perdana PHI 2025: Menyemai Kader Hijau yang Progresif dan Berwawasan Lokal

Kategori

  • Analisis
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Esai
  • Fenomena
  • Kabar Daerah
  • Kabar Nasional
  • Komunitas
  • Lingkungan
  • Opini
  • Perempuan
  • Politik
  • Resensi
  • Wacana

Pencarian Berdasarkan Tag

Ekososialisme FNKSDA Kader Hijau Muhammadyah konde.co Partai Buruh Partai Hijau Indonesia PHI PHI Sulsel
Kabarphi

Selamat datang di kabarphi.com, portal informasi yang bisa kamu gunakan untuk mencari tahu kabar paling baru dari Partai Hijau Indonesia.

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2024 Kabar PHI. All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Kabar Nasional
  • Kabar Daerah
  • Wacana
    • Esai
    • Analisis
  • Opini
  • Fenomena
    • Ekonomi
    • Politik
    • Komunitas
    • Lingkungan
    • Perempuan
  • Editorial
  • Resensi

© 2024 Kabar PHI . All rights reserved